Sabtu, 14 Januari 2012

Tottenham Gagal Samai Poin Man City

Tottenham menjamu Wolverhampton Wanderers di White Hart Lane, Sabtu (14/1). Saat ini Tottenham berada di peringkat ketiga dan memiliki nilai yang sama dengan Manchester United.
Tottenham langsung menekan dan memperoleh peluang di menit ke-4. Menerima umpan Lennon, Modric melepaskan tendangan ke arah gawang. Sayang, tendangannya masih tingi diatas gawang Wolverhampton.
Menit ke-20, kembali Modric melepaskan tendangan jarak jauh. Lagi-lagi arahnya belum menemui sasaran.
Asyik menyerang, Tottenham justru kebobolan. Menit ke-22. Melalui sepak pojok, tandukan Johnson mampu ditepis oleh Friedel. Tapi, bola liar tersebut mampu dimanfaatkan denagn baik oleh Steven Fletcher.
wolverhampton nyaris menggandakan kedudukan di menit ke-37. Tendangan Kightly didalam kotak penalti gagal merobek jala Spurs meski dalam kondisi tak terkawal.
Menit ke-43, Tottenham hampir menyamakan kedudukan. Kerjasama Kaboul dan Ekotto nyaris berbuah hasil. Tendangan Kaboul dari dalam kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper Wolverhampton, Hennessey.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Tertinggal satu gol, Tottenham mencoba untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, Wolves yang mendapat peluang pertama di menit ke-49. Tendangan voli Frimpong masih mampu ditepis dengan sempurna oleh Friedel.
Tottenham akrhinya mampu mencetak gol di menit ke-51. Umpan pendek Bale langsung diteruskan oleh tendangan keras mendatar Modric yang tak mampu dihalau oleh Hennessey.
Menit ke-63, memanfaatkan umpan Walker van der Vaart mencoba melakukan tendangan salto. Tapi pemain Belanda itu gagal mengarahkan bola ke gawang wolves. Tiga menit berselang, tendangan bebas van der Vaart masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Hennessey.

Bale mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan jarak jauh. Skor tidak berubah karena tendangannya masih melebar. Tottenham mencoba menambah seorang penyerang dengan memasukkan Jermaine Defoe menggantikan Lennon. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-79, tendangan keras Defoe dari dalam kotak penalti masih mampu ditepis oleh Hennessey.

Rabu, 23 November 2011

Tim Aceh-Paraguay Taklukkan Persija U-19

BANDA ACEH - Persija Jakarta U-19 harus mengakui keunggulan tim muda Aceh yang sempat digembleng selama tiga tahun di Paraguay. Macan Kemayoran muda takluk 3-1 (2-0) dari tim Aceh-Paraguay dalam turnamen segitiga muda Pemprov Aceh 2011 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (22/11/2011) sore.

Setelah mendapat kritikan pedas karena bermain buruk saat melawan PPLP Jawa Tengah, anak-anak Aceh menampilkan permainan fantastis dalam laga kali ini. Mereka memperagakan permainan cepat dengan mengandalkan penguasaan bola.

Begitu kick off babak pertama Muarif dkk langsung bermain terbuka dan membangun serangan secara kolektif. Tak tinggal diam, meski bermain di rumah tamu, Persija muda juga memberi perlawanan sengit dan tetap bermain menyerang. Alhasil, jual beli serangan tersaji di lapangan.

Hanya butuh 23 menit bagi para alumni Paraguay itu untuk membuka keunggulan bagi timnya. Sepakan Imanda Putra dari sudut kotak penalti usai mendapat umpan sodoran tak mampu dihalau kiper Dixy sehingga bola bersarang dijalanya.

Unggul satu angka menambah semangat anak asuh Luis Alberto Souza untuk menambah gol. Terbukti 11 menit kemudian Jalwandi sukses menggandakan keunggulan. Gol ini tercipta sangat berkelas. Bak aksi bintang Barcelona Lionel Messi, striker yang sempat dibermain untuk Fernando Dellamora FC, klub Liga Paraguay selama enam bulan sebelum kembali ke Aceh, dengan tenang melewati tiga pemain lawan yang mengawalnya di kotak penalty sebelum memperdai Dixy.

Persija nyaris memperkecil ketertinggalan melalui tendangan keras Heri Ramdani dari luar kotak penalti, namun bola yang sudah mengarah ke gawang mampu dihalau bek lawan hingga berbuah sepak pojok. Hingga turun minum skor 2-0 tak berubah.

Memasuki babak kedua tim Aceh-Paraguay masih mendominasi permainan, namun Ihwan berhasil memperkecil skor dengan memanfaatkan bola rebound dari kiper menit 50. Gol berawal dari tendangan bebas yang tak mampu diamankan dengan sempurna oleh Rahmanuddin, sehingga bola mental ke arah Ihwan yang langsung menyonteknya ke dalam gawang.

Taufiq Aqsar yang masuk menggantikan Imanda Putra tak menyianyiakan kesempatannya. Tepat di menit 61 striker mungil ini sukses membenamkan bola ke gawang lawan melalui sundulannya memanfaatkan umpan crossing Zikri Akbar.

Berselang sepuluh menit kemudian anak asuh Francis Wawengkang berhasil mencuri gol melalui aksi solo run Deni, namun wasit menganulir karena Deni dinilai sudah lebih dulu terjebak off side. Meski kedua tim terus membangun serangan demi serangan namun hingga peluit akhir skor 3-1 untuk Aceh-Paraguay tak berubah.

Tim Aceh-Paraguay pun keluar sebagai juara turnamen segittiga yang juga diikuti Persija U-19 dan PPLP Jateng. Pada laga sebelumnya PPLP Jateng sukses menahan imbang Persija U-19 dengan skor 1-1 dan sehari sebelumnya juga mengimbangi tim Aceh 0-0 di Stadion Harapan Bangsa.
Salman Mardira - Okezone

Minggu, 06 Februari 2011

PSAP - PSSB ( 2-1)



SABTU TANGGAL, 05 FEBRUARI 2011

hari sejarah terulang kembli persepakbolaan aceh tercoreng dimata luar,
betapa tidak pertemuan kedua tim yang sama-sama dari aceh Run Up GroUp 1 PSAP Sigli yang julukan (Laskar aneuk nanggroe)
dengan PSSB Bireun di Stadon kuta AsANN kuta Asan Sigli diawal pertadingan yang aman adem
tapi penonton merespon dengan caci maki khas aceh,aku putra pidie asli dan menonton jalannya pertandingan
ngak mengerti apa yang mereka mau dan apa tujuan caci maki mereka yang tidak tentu arahnya, tulah sifat orang aceh.
kalau kita pikir sekarang salah satu olah yang paling diminati masyarakat dunia tapi belum bisa memmbawa dampak yang baik
selalu menjurus kasar dan tidak sportif. yang tidak enaknya kandang dijadikan penguasa pengadil yang dimotori tuan rumah itu sendiri atau pihak
lain yang lebih berkuasa padahal kita sering menonton bola dunia bahkan larut malam sekalipun, mereka tidak terpengaruh dengan sistim non teknis yang
berpihak pada tuan rumah, tapi bukan rahasia lagi persepakbolaan aceh, indonesia pada umumnya tidak fair banyak yang bermain dibelakang layar.

aku malas merincikan secara detil jalannya pertandingan kedua tim, karena aku sendiri tidak semangat menontonnya, sungguh sangat
disayangkan dilaga penghujung berakhir sangat mengecewakan, walau laskar aneuk nanggroe memenangkan pertandingan 2-1

Selasa, 12 Januari 2010

PIDIE INSTITUTE

Pers Release

Tiga Tahun Pemerintahan Mirza-Nazir
PEMERINTAH SENDIRI, RAKYAT SENDIRI

Tak terasa tiga tahun sudah Mirza Ismail – Nazir Adam, harapan rakyat begitu besar kepada mereka yang melaju melalui jalur non partai atau jalur independen. Kemenangan mereka bukan saja sejarah baru bagi Kabupaten Pidie tapi menuai inspirasi dan pujian banyak pihak. Lalu apa yang sudah dilakukan Mirza-Nazir selama ini? Apakah harapan kebangkitan dan perubahan Pidie sudah terwujud? Apakah masyarakat sudah merasakan perubahan itu?. Mungkin tiga tahun sudah saatnya kita menilai berhasil atau gagalnya pemerintahan Kabupaten Pidie di tangan Mirza-Nazir.

Sejak memimpin Kabupaten Pidie Mirza-Nazir sebagai Bupati/Wakil Bupati awalnya diharapkan mampu membawa perubahan yang berarti bagi dimensi sosial, budaya, ekonomi, hukum dan politik di Pidie. Namun di perjalanannya Pidie kian terpuruk dan beragam masalah yang seyogianya teratasi justru semakin membesar.

Selama tiga tahun, masyarakat pidie mengharapkan perubahan dibawah kepemimpinan Mirza – Nazir (MIRNA). Namun harapan tersebut hanyalah harapan kosong. Tingkat pengangguran yang tinggi belum bisa diatasi oleh pemerintah MIRNA saat ini, bahkan meningkat, seiring banyak LSM yang tutup kantor. Tingginya angka pengangguran, telah melahirkan korelasi yang seimbang dengan tingginya angka kemiskinan, sampai saat ini tingkat kemiskinan di pidie berada pada angka 111.384 Kepala Keluarga (KK) dari jumlah 400.409 jiwa penduduk Pidie. Angka yang begitu fantastis dan layak diberikan penghargaan sebagai pemerintah kabupaten yang sukses mempertahankan tingginya angka kemiskinan.

Pengangguran di Kabupaten Pidie mencapai 15.868 orang. Tingginya angka pengangguran yang terjadi akibat dari tidak pekanya pemerintah MIRNA dalam membuka lapangan kerja yang baru bagi masyarakat pidie. Dan pemerintah masih berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa dan sektor kredit produktif lainnya. Bukan melalui pembukaan lapangan kerja serta mendorong tumbuhnya perekonomian disektor rill.

Program Peurap (Peukong Ekonomi Rakyat Pidie), yang merupakan satu gagasan cemerlang untuk menghidupkan sektor rill ekonomi masyarakat pidie, namun rencana itu tidak didukung dengan konsep yang jelas dalam pelaksanaanya. Akibatnya, Peurap mengalami kegagalan total akibat dana 5 milyar yang sudah dianggarkan tidak tau rimbanya, dan masyarakat pidie lagi-lagi menjadi korban penipuan, dimana rakyat disuruh membuat proposal tetapi program tidak ada.


Dulu, kita berharap agar MIRNA lebih fokus pada peningkatan ekonomi yang bersifat jangka pendek seperti penyediaan lahan, sarana bagi petani, melakukan pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki daerah. Dengan harapan agar perekonomian Pidie lebih mandiri. Sumber daya yang ada di Pidie bila mampu dikelola dan dimanfaatkan sendiri dapat memakmurkan masyarakat Pidie.

Pengembangan ekonomi rakyat sebenarnya dapat dilakukan oleh Mirza dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong dan terlantar. Sehingga dapat digunakan untuk menjadi lahan pertanian bagi petani yang tidak punya tanah. Setelah itu perlu penyediaan sarana irigasi, pupuk untuk petani. Jadi ekonomi dimulai dengan peningkatan petani. Kemudian keseimbangan pasar dijaga sehingga kalau pun dampak ekonomi dunia global terancam. Tetapi dengan sistem ekonomi mandiri yang ada di pidie maka bisa sedikit teratasi.

Ini yang membuat kita heran, tiga tahun adalah waktu yang lebih dari cukup bila MIRNA mau berfikir dan bertindak. Dan ini tidak dilakukan. “kami fakir rakyat tidak perlu pemimpin jika rakyat harus berusaha dan berfikir sendiri”

Begitu juga dalam hal pendidikan, setiap tahunnya 2.658 anak putus sekolah. Sekitar 1.680 orang lulusan SD tidak melanjutkan ke SLTP dan 958 orang lulusan SLTP tidak melanjutkan ke SLTA/SMK dan 1.020 orang tidak melanjutkan keperguruan tinggi. Data terakhir menunjukkan betapa sector pendidikan di Pidie mengalami keterpurukan. Sekitar 1.833 jiwa warga pidie mengalami buta huruf, mulai usia 18 sampai 46 tahun. Lagi-lagi pemerintahan MIRNA tidak memiliki terobosan untuk meningkatkan Hak Pendidikan di Pidie.

Prestasi Pemerintah Kabupaten Pidie dalam bidang kesehatan masih sangat meragukan. Dimana pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan masih dibawah standar. Tidak mengherankan banyak terjadi komplen dari masyarakat pengguna aseskin maupun masyarakat biasa. Contoh kasus pengambilan biaya terhadap pemegang kartu aseskin. Dan diperparah dengan terlibatnya kepala dinas kesehatan pidie dalam kasus pengalihan dana askeskin kedalam rekening pribadi, walaupun sekarang telah di vonis bebas oleh pengadilan.

Dalam hal pemberantasan korupsi, kinerja Pemkab.Pidie dengan melakukan Deklarasi Pakta Integritas pada November 2009 untuk memberantas korupsi perlu kita berikan apresiasi. Tetapi selama tiga tahun, banyak kasus korupsi atau merugikan keuangan Negara yang tidak secara tegas di pantau oleh MIRNA. Sebagai salah satu contoh, kasus pembangunan Terminal Terpadu Kota Sigli, yang merugikan Negara Rp. 800 Juta (Penelitian Tim Unsyah), walaupun kasus ini sudah dilimpahkan ke polisi tetapi sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya, walaupun media masa dan beberapa LSM sudah meyuarakannya.

Hal yang sama juga terjadi dalam pengunaan anggaran tahun 2009, sampai saat ini pemerintahan mirza-nazir dengan anggaran APBK 500 milyar lebih, dengan peruntukannya 70% untuk aparatur dan 30% untuk publik. dan di 30% dana untuk public ternyata masih ada 20% biaya aparatur, jadi masyarakat hanya menikmati uang nya sendiri sekitar 10%. Ini dibuktikan dengan sedikitnya pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Tidak terbayarnya jerih imum, gaji geuchik, honor guru, dll. Jadi pengelolaan keuangan kabupaten pidie memang sangat lemah, dan untuk 2010 masyarakat pidie jangan berharap besar adanya perubahan berarti terhadap kesejahteraan dan pembangunan.

Ketidaktransparanan pemerintahan MIRNA dalam mengelola manajemen keuangan di Pidie terlihat pada bagaimana sulitnya kelompok civil society memperoleh dokumen anggaran. Di sisi lain, realisasi anggaran pembangunan Pidie sejak 2007 hingga akhir 2009 dipastikan sama sekali tidak mencapai target dan bahkan pelaksanaan program-program pembangunan tersebut dalam aplikasinya di lapangan terindikasi diwarnai dengan praktik-praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Yang lebih parahnya lagi terjadinya divisit anggaran selama tiga tahun berturut-turut yang akhirnya jatuh pada angka 107 milyar lebih, dan pada perubahan anggaran APBK 2009 seluruh devisit tersebut “dengan terpaksa” harus di tambal, walaupun anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat pidie di hilangkan, seluruh pegawai harus dikorbankan dengan memotong dana tunjangan, insentif, bahkan anggaran yang sudah di sahkan; seperti dana Koran pada Bagian Humas Pemda Pidie, dari satu tahun menjadi enam bulan yang dibayar.

"Daya serap APBK 2009 mengalami situasi yang sangat parah. Kondisi ini jelas sangat merugikan masyarakat Pidie, dan sudah sepatutnya Mirza-Nazir dianggap gagal bertanggungjawab dalam mengelola uang masyarakat Pidie".

Kami juga melihat Mirza-Nazir telah mengabaikan persoalan-persoalan mendasar masyarakat Pidie, semisal kemiskinan dan pengangguran. Ironinya, pemerintahan Mirza-Nazir lebih apresiatif pada program-program "mercusuar" semisal rencana program pembangunan jembatan Jeumeurang-Pusong dan lawatan-lawatan ke luar daerah, luar negri dengan dalih mencari investor yang hasilnya nihil, sementara program-program kerakyatan seperti Peurap, program bantuan bibit, subsidi pupuk, pelayanan sektor kesehatan dan pendidikan, terbiarkan berjalan timpang, bermasalah dan setengah hati.

Reformasi birokrasi yang dilakukan MIRNA masih pada persoalan membenah struktur kelembagaan, dengan sering melakukan mutasi banyak pejabat. Solusi ini ternyata juga tidak meningkatkan kenerja pemerintahan daerah yang lebih baik, bahkan justru berdampak negatif dalam memperkuat pemerintahan, dimana banyak jabatan yang di isi tidak proposional. ada kesan mutasi yang dilakukan hanya untuk memenuhi titipan kelompok politik-bisnis tertentu, bahkan keluarga sekalipun. Terbukti sudah mutasi ala MIRNA tidak berdampak apapun bagi peningkatan kerja dan progress program kerja, bahkan berjalan mundur dan tidak proposional. Seharusnya pekerjaan ini harus selesai pada tahun pertama

MIRNA juga belum intensif melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) misalnya Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida). Padahal dengan melibatkan dan mendengarkan petinggi di instansi terkait bisa menambah pemikiran. Misalnya sebuah kebijakan. Mestinya kebijakan Mirna lahir dari sebuah kebijakan, kajian, pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk bawahannya sekalipun, bukannya justru lebih mendengar pembisik-pembisik yang SDM-nya masih patut dipertanyakan. komunikasi politiknya harus lebih baik. Artinya kegagalan atau hambatan jangan ditutupi, tapi dikomunikasikan. Siapa tahu publik bisa memberi saran yang baik,"

Dari gambaran Pidie selama tahun tiga tahun, telah membuat kami yakin bahwa pemerintahan Mirza - Nazir, bukanlah pemerintahan baru yang memiliki konsep membangun. Tetapi pemerintahan saat ini merupakan pemerintahan yang dipimpin oleh orang baru dengan konsep lama. Mimpi akan terjadi perubahan ditangan pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat sudah sirna. Hal ini tergambar dengan jelas dari kebijakannya. Baik itu dalam hal ekonomi, pendidikan, politik dan budaya. Kegelisahan rakyat akan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, serta buruk dan mahalnya pelayanan kesehatan, telah menjadi kristalisasi bagi Masyarakat Pidie untuk melakukan perubahan pada tahun depan.
Menilai tata kelola pemerintahan Mirza-Nazir mengalami degradasi manajemen ke arah yang jauh lebih buruk dari pemerintahan yang ada sebelumnya. Bahkan pemerintahan mereka kendalikan tersebut dinilai sebagai pemerintahan terburuk yang pernah berkuasa di Kabupaten Pidie. Dan sudah selayaknya dengan berjiwa besar, Duet Independen ini meletakkan jabatannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie, karena telah gagal menjalankan visi-misi dalam mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan yang tidak memihak. ”Tahun baru, Bupati Baru dan Pemerintahan Baru”


Sigli, 31 Desember 2009
Pidie Institute


Muharramsyah
Koordinator

PERSITA TANGERANG BENAMKAN PSAP SIGLI

Kekalahan kandang untuk yang pertama kali dialami Tim PSAP Sigli saat menjamu Tim Tangguh PERSITA Tangerang di Stadion Kuta Asan Sigli 1 – 2, hampir sama juga nasibnya apa yang diderita PERSIRAJA Banda Aceh di laga Sebelumnya di kandang sendiri. Walau Tim besutan Kustiono lebih unggul duluan atas kesalahan pemain PERSITA sendiri dengan hentakan keras untuk menghalau bola yang mengalir sangat deras tapi naas bola bak peluru masuk ke gawang.

Ketinggalan 1 – 0 di babak pertama PERSITA Tangerang yang sudah pernah merumput di Liga Super tidak terlalu terburu-buru menguraskan tenaga untuk menyamakan kedudukan mereka bermain agak sedikit lebih santai walau nampak grogi dan tidak terarah, meraka yang sudah banyak pengalaman Cuma mengimbangan derasnya gempuran demi gempuran di kubu PSAP Sigli yang sangat berambisi untuk menambah kan gol, bermain di bawah cuaca yang sangat panas membuat kedua tim sangat kepayahan mengembangkan pola permainan.

Di babak kedua PSAP sigli terus berupaya menekan PERSITA, banyak sekali peluang yang didapatkannya tetapi selalu menuai kegagalan dan tidak membuahkan hasil dan bagusnya nasib PERSITA disangat mendapatkan sedikit saja celah tidak terlalu banyak membuang waktu langsung membobolkan gawang PSAP yang dikawal Agus Rohman kedudukan menjadi 1 – 1

Berambisi sekali untuk mengamankan poin penuh dan bisa memenangkan pertandingan dikandang sendiri, terlihat dengan jelas individu antara pamain semakin tidak terkontrol mereka lupa akan posisi masing-masing, sehingga PERSITA Tangerang kembali berhasil membobolkan gawang PSAP sigli untuk yang kedua kalinya.

Merasa tuan rumah sudah sangat terjepit dan frustasi PSAP yang julukan (Laskar Aneuk Nanggroe) tak henti-hentinya melancarkan serangan tapi sayang nasib tidak di rundung baik sampai wasit meniupkan peluit terakhir pertandingan usai, marka kedudukan tetap tidak berubah 1 - 2 untuk kemenangan tim tamu PERSITA TANGERANG.


Sebelum laga tanding bergulir, Kolonel Yasin dengan tegas dan mengultimatum (memecat) Pelatih Kustiono dan membuang separuh pemain apabila PSAP terjadi kekalahan, mungkin itu hal yang wajar, mengingat banyak sekali pemain dibawah standar nasional, begitu juga dengan pelatih yang tidak berkualitas. Dan sekarang semua sudah jelas apapun kesimpulannya mudah-mudahan PSAP lebih maju dari sebelumnya..???

Jumat, 08 Januari 2010

DI PERSIMPANGAN



Dimana aku harus memulai, ya dimana aku harus berawal setelah semuanya terlalu jauh, haruskah aku mengatakan bosan, benci dongkol, bt, atau kata-kata yang tidak ku inginkan, menunggu ya harus menunggu….berapa lama  kah ??’  kata-kata yang selalu hadir dibenakku, mungkin tidak selayaknya ku katakan sama  dengan diri orang lain. Persimpangan yang mengambang semua jadi tidak jelas kemana sisi hati harus mengarah, seperti tulisan inipun yang tidak mengarah, langkah apa untuk membenarkan kata hati ini yang sebenarnya, dari sisi mana aku harus bercermin untuk meninggalkan kepenakan yang merongrong  jiwa ku.
Kehampaan  ini telah merubah pola hidup yang tidak mestinya berlanjut, tapi itulah kenyataan yang ada sampai saat ini, aku belum bisa mengatakan aku sangat bahagia, bukan berarti aku insan yang tidak pernah bersyukur…he he….”kenapa? aku juga ngak tau” mungkin mensyukuri segala titik kelemahan atau segala bentuk yang nyata itu sangat  penting. Sebagai manusia tidak terlepas dari segala ancaman, bukan dalam  hal ancaman perang untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan atau istilah lain klem-mengklem suatu daerah  itu “punya gue”, seperti pulau ambalawat, tanah aceh blang padang dan sebagainya, maaf tulisan agak bergeser dikit, anggap aja anak kecil baru belajar nulis..tetapi memahami suatu permasalahan secara detil itu lebih penting dan mempertahan yang memang haknya  juga jauh lebih berharga.
Bebicara masalah status atau simbol itu  tidak sepenuhnya bermakna, mungkin itu simbol atau lambang…..ya lambang atau simbol tetapi lebih berarti suatu lambang apabila yang terkandung didalamnya bernilai, tidak sebagai barang pajangan belaka tetapi bisa lebih manfaat dan bermakna. Saya rasa sungguh tidak ada gunanyapun syariat Islam di Aceh, tunggu dulu saya belum habis menulis, gini ceritanya…. Apabila ramai-ramai orang  tidak mengerti syariat bahkan tidak mau tahu tentang itu, terkadang muda-mudi sekarang beranggapan itu adalah sebagai keharusan suatu daerah yang namanya serambi mekah,  aqidah tidak tertanam pada diri mereka sejak dini, sekarang siapa yang harus kita salahkan….terlambatkah kita..??  so pasti tidak, selama kita mau merubahnya. Ayo mulai sekarang jangan sibuk dan (bek panik) dengan dunia maya …alias ilusi meraja.

Senin, 04 Januari 2010

PSAP Kalah Telak

Sesumbar kustiono (pelatih PSAP) sigli di Serambi Indonesia tidak seperti yang diharapkan pecinta sepakbola atau  mania bola Pidie pada umumnya, justru harus menelan kekalahan  besar 3 -1 saat  melawan PESIRES Rengat yang saat itu duduk manis di urutan paling terakhir sebagai juru kunci. Sungguh sangat disayangkan tim julukan Laskar Aneuk Nanggroe  yang selalu bertekuk lutut saat laga tandang sekalipun yang dilakoninya tim papan bawah.
Tetapi tidak heran juga yang terjadi baru-baru ini bila kita ikuti di sebuah pertandingan di liga FA seperti MU sekalipun tim ternama bisa jadi keok di kandangnya sendiri katakanlah seperti MU menjamu Vs Leeds harus mengakui keunggulan lawannya padahal tim yang dijamunya tidak selevel, masih sebagai tim promosi.
Kekalahan-kekalahan yang dialami oleh sebagian tim waktu laga tandang tidak terlepas semuanya perangkat pertandingan yang dikambing hitamkan, ataupun ada alasan lain, format pemain, pemain cedera, malas latihan dan sebagainya. Pun demikian kebanyakan pelatih menjadikan sebagai senjata ampuh untuk menutupi segala kekurangannya, terkadang jelas nyata  bobot  seorang sepelatih itu tidak ada sama sekali.
Perubahan tidak akan terjadi dikubu PSAP dengan secara mudah untuk lebih maksimal, mungkin mereka harus berlatih yang lebih keras lagi untuk menghadapi tantangan dan setiap pertandingan pasti ada kalah menangnya serta berusaha untuk meminimkan kekalahan yang memalukan atau istilah lain, bek jago kandang.

Kamis, 31 Desember 2009

Pesan Tahun Baru 2010 Presiden Republik Korea Selatan Lee Myung-bak

Seluruh rakyat Republik Korea dan warga Korea diluar negeri yang saya hormati dan cintai.

Matahari baru telah terbit di ufuk timur, sebagai tanda dimulainya harapan yang tinggi untuk menyongsong tahun baru, tahun 2010 yang penuh harapan.

Semoga tahun baru 2010 ini akan menjadi suatu tahun yang penuh kegembiraan tanpa dinodai oleh hal-hal yang negatif.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya mendoakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Korea, baik di dalam maupun di luar negeri, juga bagi rekan sebangsa di Korea Utara, sesuai dengan harapan masing-masing.

Seluruh rakyat Korea yang terhormat,

Di tahun 2009, saat krisis global melanda seluruh dunia, kita mampu menggalangkan kekuatan untuk menciptakan peluang emas yang baru, yang dapat membuat kita maju menyongsong masa depan.
Kita mampu menemukan keceriaan yang baru didalam kegelapan.
Korea akan menjadi negara tuan rumah sekaligus negara pemimpin penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di tahun 2010.

Kita telah berhasil membuka ufuk baru untuk mengekspor pembangkit listrik tenaga nuklir yang selama ini kita idam-idamkan.
Selain itu, untuk pertama kali didunia, kita juga telah berhasil menjadi negara donor dari negara penerima bantuan, setelah lolos dari kehancuran total akibat perang.

Boleh dikatakan bahwa semua hal itu dapat terjadi atas kerjasama dan konsolidasi seluruh masyarakat Korea.
Hal yang paling penting dan berharga, yang kami dapatkan ditahun 2009, tiada lain adalah ‘Rasa percaya diri’.
Kini, ditahun baru, tahun 2010, tugas utama kita adalah membangunkan negara Republik Rakyat Korea yang lebih makmur dan mampu berdiri dengan tegak diatas bumi ini.

Seluruh rakyat Korea yang terhormat,
Sebagai pemimpin negara yang telah mengetahui dengan baik keinginan anda semua, saya sendiri menyambut tahun baru 2010 ini sambil menetapkan tekad kuat yang baru.
Walaupun kita semua masih menghadapi berbagai tantangan, konflik dan kekacauan sosial, pemerintah Korea dalam tahun baru 2010 ini akan memusatkan perhatiannya untuk mengatasi, menghapuskan dan menanggulangi tantangan, konflik dan kekacauan sosial itu.

Mari kita maju terus ke depan sambil saling memberi semangat.
Mari kita mencanangkan permulaan yang baru dengan penuh kepercayaan.
Saya tetap yakin, kemampuan bangsa Korea yang dapat menanggulangi berbagai tantangan akan menjadi daya pendorong utama untuk mewujudkan peningkatan daya saing nasional, berdasarkan kepercayaan penuh rakyat Korea.

Seluruh rakyat Korea dan bangsa Korea yang tercinta,

Sinar matahari tahun baru 2010 telah mulai menyingsing, dan menyinari seluruh penjuru negeri Korea dengan penuh harapan.
Semoga seluruh rakyat Korea dan bangsa Korea dalam tahun baru 2010 ini tetap sehat walafiat tanpa mengalami kesulitan apapun.

Selamat tahun baru 2010.

Terima kasih.

Hari pertama tahun 2010
Presiden Republik Korea
Lee Myung-bak

Selasa, 22 Desember 2009

“Desember”


Kemarin, sambil ngopi-ngopi sama teman. Salah satu teman mengatakan, desember adalah bulan spesial, terlepas ada yang desember kelabu terus saya balik nanya, ada apa dengan desember? Pertanyaan ini sepintas memang sangat sederhana, atau paling-paling kita akan sepekat. Desember, ya Desember..! tidak lebih. Hanya segitukah? tapi mari kita runut sejenak kebelakang. Tepatnya 26 Desember 2004. kita tentunya masih belum bisa melupakan, kalau tanggal itu, aceh hampir hilang dalam peta dunia karena gempa dan gelombang tsunami yang memporak porandakan aceh, aceh yang tempo dulu pernah gemilang hampir saja tinggal sejarah.

Selanjutnya, di desember ini pula. Jakarta pernah kalang kabut karena 04 Desember 1976, Organisasi Gerakan aceh Merdeka, atau yang lebih populer dengan GAM di deklarasikan oleh Tgk Hasan Muhammad di Tiro. Terus, desember kali ini aceh juga ketimban banjir di mana-mana, katakan saja yang melanda  Pidie  dan Pidie Jaya.

Desember, juga punya makna tersendiri bagi para petani, karena dibulan ini adalah musim turun tanam (Aceh:seumeula) secara serentak turun kesawah, meskipun ada yang  menanam padi dengan mengandalkan air tadah hujan dan itu hanya bisa diandalkan setahun sekali, berbeda halnya dengan para petani di Tangse dan Gempang dimana tidak mesti menunggu bulan desember demikian juga dengan daerah  yang sudah mempunyai irigasi atau waduk yang bisa diandalkan walaupun tidak begitu maksimal.

Pun demikian, hal yang paling miris adalah bagi para kontaktor atau yang lagi giat-giat membangun, karena bisa menghambat aktifitas sehingga berakibat pada rusak fasilitas yang telah ada. meskipun kita juga tidak tahu harus menyalahkan siapa, Tuhankah, atau yang namanya desember? Tapi yang pasti Tuhan tidak pernah salah, desember juga tidak, tapi yang salah dan pantas kita salahkan adalah Manusia!

Allah berfirman, “telah nyata kerusakan di darat dan dilaut karena ulah-ulah tangan manusia”.Tapi itulah manusia, ketika nafsu mengalahkan akal, maka akal tidak berfungsi, yang kemudian menjadi manusia lebih buruk daripada binatang (qa al am balu Adhal). untuk  itu, upaya pengkajian ulang atas penomena alam yang telah banyak rusak yang seharusnya dilindungi adalah menjadi kenisyaan, agar desember memiliki makna lebih konsrtuktif.

Tapi bagaimana desember dimaknai oleh kaum muda-mudi? Ternyata desember adalah bulan membawa berkah, karena bulan desember bersamaan dengan bulan muharram, bulan ini banyak orang memilih sebagai bulan yang palimg tepat untuk melangsungkan pernikahan, buruan di desember ini untuk awen..awen (projek pop). kalau tidak desember keburu pergi dan kita tinggal gigit jari. Ha..ha..

Jumat, 18 Desember 2009

BUBERANG: PSAP Sigli VS PERSIPASI Bekasi

BUBERANG: PSAP Sigli VS PERSIPASI Bekasi

PSAP Sigli VS PERSIPASI Bekasi

PSAP Sigli menang tipis 1 - 0 atas PERSIPASI bekasi yang dihasilkan oleh tendangan suheri daud di stadion kuta Asan Sigli yang disaksikan ribuan pasang mata pecinta sepak bola.dibabak pertama tuan rumah lebih mendominasi pertdingan sehingga Agus Rahman (penjaga gawang) PERSIPASI jatuh bangun menyelematkan gawangnya dari serangan sayap kiri dan kanan yang dimotori oleh Hendra saputra dan muhammad ridwan, ridwan sendiri baru kali ini dirunkan oleh pelatih Gustiono di kandangnya sendiri untuk menggantikan Sukman Suib yang dikenakan sangsi saat melakoni tandang dengan PSMS Medan
Nanun dibabak kedua pertandingan tambah seru dan sangat menegangkan bola lebih banyak di kuasai PERSIPASI. Tim tamu berusaha bangkit untuk menyamakan keudukan dengan serangan demi serangan di sisi sayap yang semakin hidup untuk menembus pertahanan tuan rumah dan beberapa kali peluang mas didapatkan tetapi masih belum bisa dimanfaatkan sampai pertandingan usai, sebenarnya PSAP juga berpeluang untuk menambahkan gol tapi kokohnya pertahanan PERSIPASI sehingga kedudukan tidak berubah