Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

Tottenham Gagal Samai Poin Man City

Tottenham menjamu Wolverhampton Wanderers di White Hart Lane, Sabtu (14/1). Saat ini Tottenham berada di peringkat ketiga dan memiliki nilai yang sama dengan Manchester United.
Tottenham langsung menekan dan memperoleh peluang di menit ke-4. Menerima umpan Lennon, Modric melepaskan tendangan ke arah gawang. Sayang, tendangannya masih tingi diatas gawang Wolverhampton.
Menit ke-20, kembali Modric melepaskan tendangan jarak jauh. Lagi-lagi arahnya belum menemui sasaran.
Asyik menyerang, Tottenham justru kebobolan. Menit ke-22. Melalui sepak pojok, tandukan Johnson mampu ditepis oleh Friedel. Tapi, bola liar tersebut mampu dimanfaatkan denagn baik oleh Steven Fletcher.
wolverhampton nyaris menggandakan kedudukan di menit ke-37. Tendangan Kightly didalam kotak penalti gagal merobek jala Spurs meski dalam kondisi tak terkawal.
Menit ke-43, Tottenham hampir menyamakan kedudukan. Kerjasama Kaboul dan Ekotto nyaris berbuah hasil. Tendangan Kaboul dari dalam kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper Wolverhampton, Hennessey.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Tertinggal satu gol, Tottenham mencoba untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, Wolves yang mendapat peluang pertama di menit ke-49. Tendangan voli Frimpong masih mampu ditepis dengan sempurna oleh Friedel.
Tottenham akrhinya mampu mencetak gol di menit ke-51. Umpan pendek Bale langsung diteruskan oleh tendangan keras mendatar Modric yang tak mampu dihalau oleh Hennessey.
Menit ke-63, memanfaatkan umpan Walker van der Vaart mencoba melakukan tendangan salto. Tapi pemain Belanda itu gagal mengarahkan bola ke gawang wolves. Tiga menit berselang, tendangan bebas van der Vaart masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Hennessey.

Bale mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan jarak jauh. Skor tidak berubah karena tendangannya masih melebar. Tottenham mencoba menambah seorang penyerang dengan memasukkan Jermaine Defoe menggantikan Lennon. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-79, tendangan keras Defoe dari dalam kotak penalti masih mampu ditepis oleh Hennessey.

Rabu, 23 November 2011

Tim Aceh-Paraguay Taklukkan Persija U-19

BANDA ACEH - Persija Jakarta U-19 harus mengakui keunggulan tim muda Aceh yang sempat digembleng selama tiga tahun di Paraguay. Macan Kemayoran muda takluk 3-1 (2-0) dari tim Aceh-Paraguay dalam turnamen segitiga muda Pemprov Aceh 2011 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (22/11/2011) sore.

Setelah mendapat kritikan pedas karena bermain buruk saat melawan PPLP Jawa Tengah, anak-anak Aceh menampilkan permainan fantastis dalam laga kali ini. Mereka memperagakan permainan cepat dengan mengandalkan penguasaan bola.

Begitu kick off babak pertama Muarif dkk langsung bermain terbuka dan membangun serangan secara kolektif. Tak tinggal diam, meski bermain di rumah tamu, Persija muda juga memberi perlawanan sengit dan tetap bermain menyerang. Alhasil, jual beli serangan tersaji di lapangan.

Hanya butuh 23 menit bagi para alumni Paraguay itu untuk membuka keunggulan bagi timnya. Sepakan Imanda Putra dari sudut kotak penalti usai mendapat umpan sodoran tak mampu dihalau kiper Dixy sehingga bola bersarang dijalanya.

Unggul satu angka menambah semangat anak asuh Luis Alberto Souza untuk menambah gol. Terbukti 11 menit kemudian Jalwandi sukses menggandakan keunggulan. Gol ini tercipta sangat berkelas. Bak aksi bintang Barcelona Lionel Messi, striker yang sempat dibermain untuk Fernando Dellamora FC, klub Liga Paraguay selama enam bulan sebelum kembali ke Aceh, dengan tenang melewati tiga pemain lawan yang mengawalnya di kotak penalty sebelum memperdai Dixy.

Persija nyaris memperkecil ketertinggalan melalui tendangan keras Heri Ramdani dari luar kotak penalti, namun bola yang sudah mengarah ke gawang mampu dihalau bek lawan hingga berbuah sepak pojok. Hingga turun minum skor 2-0 tak berubah.

Memasuki babak kedua tim Aceh-Paraguay masih mendominasi permainan, namun Ihwan berhasil memperkecil skor dengan memanfaatkan bola rebound dari kiper menit 50. Gol berawal dari tendangan bebas yang tak mampu diamankan dengan sempurna oleh Rahmanuddin, sehingga bola mental ke arah Ihwan yang langsung menyonteknya ke dalam gawang.

Taufiq Aqsar yang masuk menggantikan Imanda Putra tak menyianyiakan kesempatannya. Tepat di menit 61 striker mungil ini sukses membenamkan bola ke gawang lawan melalui sundulannya memanfaatkan umpan crossing Zikri Akbar.

Berselang sepuluh menit kemudian anak asuh Francis Wawengkang berhasil mencuri gol melalui aksi solo run Deni, namun wasit menganulir karena Deni dinilai sudah lebih dulu terjebak off side. Meski kedua tim terus membangun serangan demi serangan namun hingga peluit akhir skor 3-1 untuk Aceh-Paraguay tak berubah.

Tim Aceh-Paraguay pun keluar sebagai juara turnamen segittiga yang juga diikuti Persija U-19 dan PPLP Jateng. Pada laga sebelumnya PPLP Jateng sukses menahan imbang Persija U-19 dengan skor 1-1 dan sehari sebelumnya juga mengimbangi tim Aceh 0-0 di Stadion Harapan Bangsa.
Salman Mardira - Okezone

Minggu, 06 Februari 2011

PSAP - PSSB ( 2-1)



SABTU TANGGAL, 05 FEBRUARI 2011

hari sejarah terulang kembli persepakbolaan aceh tercoreng dimata luar,
betapa tidak pertemuan kedua tim yang sama-sama dari aceh Run Up GroUp 1 PSAP Sigli yang julukan (Laskar aneuk nanggroe)
dengan PSSB Bireun di Stadon kuta AsANN kuta Asan Sigli diawal pertadingan yang aman adem
tapi penonton merespon dengan caci maki khas aceh,aku putra pidie asli dan menonton jalannya pertandingan
ngak mengerti apa yang mereka mau dan apa tujuan caci maki mereka yang tidak tentu arahnya, tulah sifat orang aceh.
kalau kita pikir sekarang salah satu olah yang paling diminati masyarakat dunia tapi belum bisa memmbawa dampak yang baik
selalu menjurus kasar dan tidak sportif. yang tidak enaknya kandang dijadikan penguasa pengadil yang dimotori tuan rumah itu sendiri atau pihak
lain yang lebih berkuasa padahal kita sering menonton bola dunia bahkan larut malam sekalipun, mereka tidak terpengaruh dengan sistim non teknis yang
berpihak pada tuan rumah, tapi bukan rahasia lagi persepakbolaan aceh, indonesia pada umumnya tidak fair banyak yang bermain dibelakang layar.

aku malas merincikan secara detil jalannya pertandingan kedua tim, karena aku sendiri tidak semangat menontonnya, sungguh sangat
disayangkan dilaga penghujung berakhir sangat mengecewakan, walau laskar aneuk nanggroe memenangkan pertandingan 2-1

Selasa, 12 Januari 2010

PERSITA TANGERANG BENAMKAN PSAP SIGLI

Kekalahan kandang untuk yang pertama kali dialami Tim PSAP Sigli saat menjamu Tim Tangguh PERSITA Tangerang di Stadion Kuta Asan Sigli 1 – 2, hampir sama juga nasibnya apa yang diderita PERSIRAJA Banda Aceh di laga Sebelumnya di kandang sendiri. Walau Tim besutan Kustiono lebih unggul duluan atas kesalahan pemain PERSITA sendiri dengan hentakan keras untuk menghalau bola yang mengalir sangat deras tapi naas bola bak peluru masuk ke gawang.

Ketinggalan 1 – 0 di babak pertama PERSITA Tangerang yang sudah pernah merumput di Liga Super tidak terlalu terburu-buru menguraskan tenaga untuk menyamakan kedudukan mereka bermain agak sedikit lebih santai walau nampak grogi dan tidak terarah, meraka yang sudah banyak pengalaman Cuma mengimbangan derasnya gempuran demi gempuran di kubu PSAP Sigli yang sangat berambisi untuk menambah kan gol, bermain di bawah cuaca yang sangat panas membuat kedua tim sangat kepayahan mengembangkan pola permainan.

Di babak kedua PSAP sigli terus berupaya menekan PERSITA, banyak sekali peluang yang didapatkannya tetapi selalu menuai kegagalan dan tidak membuahkan hasil dan bagusnya nasib PERSITA disangat mendapatkan sedikit saja celah tidak terlalu banyak membuang waktu langsung membobolkan gawang PSAP yang dikawal Agus Rohman kedudukan menjadi 1 – 1

Berambisi sekali untuk mengamankan poin penuh dan bisa memenangkan pertandingan dikandang sendiri, terlihat dengan jelas individu antara pamain semakin tidak terkontrol mereka lupa akan posisi masing-masing, sehingga PERSITA Tangerang kembali berhasil membobolkan gawang PSAP sigli untuk yang kedua kalinya.

Merasa tuan rumah sudah sangat terjepit dan frustasi PSAP yang julukan (Laskar Aneuk Nanggroe) tak henti-hentinya melancarkan serangan tapi sayang nasib tidak di rundung baik sampai wasit meniupkan peluit terakhir pertandingan usai, marka kedudukan tetap tidak berubah 1 - 2 untuk kemenangan tim tamu PERSITA TANGERANG.


Sebelum laga tanding bergulir, Kolonel Yasin dengan tegas dan mengultimatum (memecat) Pelatih Kustiono dan membuang separuh pemain apabila PSAP terjadi kekalahan, mungkin itu hal yang wajar, mengingat banyak sekali pemain dibawah standar nasional, begitu juga dengan pelatih yang tidak berkualitas. Dan sekarang semua sudah jelas apapun kesimpulannya mudah-mudahan PSAP lebih maju dari sebelumnya..???

Senin, 04 Januari 2010

PSAP Kalah Telak

Sesumbar kustiono (pelatih PSAP) sigli di Serambi Indonesia tidak seperti yang diharapkan pecinta sepakbola atau  mania bola Pidie pada umumnya, justru harus menelan kekalahan  besar 3 -1 saat  melawan PESIRES Rengat yang saat itu duduk manis di urutan paling terakhir sebagai juru kunci. Sungguh sangat disayangkan tim julukan Laskar Aneuk Nanggroe  yang selalu bertekuk lutut saat laga tandang sekalipun yang dilakoninya tim papan bawah.
Tetapi tidak heran juga yang terjadi baru-baru ini bila kita ikuti di sebuah pertandingan di liga FA seperti MU sekalipun tim ternama bisa jadi keok di kandangnya sendiri katakanlah seperti MU menjamu Vs Leeds harus mengakui keunggulan lawannya padahal tim yang dijamunya tidak selevel, masih sebagai tim promosi.
Kekalahan-kekalahan yang dialami oleh sebagian tim waktu laga tandang tidak terlepas semuanya perangkat pertandingan yang dikambing hitamkan, ataupun ada alasan lain, format pemain, pemain cedera, malas latihan dan sebagainya. Pun demikian kebanyakan pelatih menjadikan sebagai senjata ampuh untuk menutupi segala kekurangannya, terkadang jelas nyata  bobot  seorang sepelatih itu tidak ada sama sekali.
Perubahan tidak akan terjadi dikubu PSAP dengan secara mudah untuk lebih maksimal, mungkin mereka harus berlatih yang lebih keras lagi untuk menghadapi tantangan dan setiap pertandingan pasti ada kalah menangnya serta berusaha untuk meminimkan kekalahan yang memalukan atau istilah lain, bek jago kandang.

Jumat, 18 Desember 2009

BUBERANG: PSAP Sigli VS PERSIPASI Bekasi

BUBERANG: PSAP Sigli VS PERSIPASI Bekasi

PSAP Sigli VS PERSIPASI Bekasi

PSAP Sigli menang tipis 1 - 0 atas PERSIPASI bekasi yang dihasilkan oleh tendangan suheri daud di stadion kuta Asan Sigli yang disaksikan ribuan pasang mata pecinta sepak bola.dibabak pertama tuan rumah lebih mendominasi pertdingan sehingga Agus Rahman (penjaga gawang) PERSIPASI jatuh bangun menyelematkan gawangnya dari serangan sayap kiri dan kanan yang dimotori oleh Hendra saputra dan muhammad ridwan, ridwan sendiri baru kali ini dirunkan oleh pelatih Gustiono di kandangnya sendiri untuk menggantikan Sukman Suib yang dikenakan sangsi saat melakoni tandang dengan PSMS Medan
Nanun dibabak kedua pertandingan tambah seru dan sangat menegangkan bola lebih banyak di kuasai PERSIPASI. Tim tamu berusaha bangkit untuk menyamakan keudukan dengan serangan demi serangan di sisi sayap yang semakin hidup untuk menembus pertahanan tuan rumah dan beberapa kali peluang mas didapatkan tetapi masih belum bisa dimanfaatkan sampai pertandingan usai, sebenarnya PSAP juga berpeluang untuk menambahkan gol tapi kokohnya pertahanan PERSIPASI sehingga kedudukan tidak berubah